
Demo Ahok rusuh, Senin (4/11/2016) malam. Barikade polisi bertameng yang hanya diberi perintah untuk bertahan jadi sasaran serangan para pendemo.
Emosi memuncak, tapi selalu ada polisi yang tenang di antara rekan-rekanya yang mulai kesal.
Kekesalan muncul saat polisi bertubi-tubi mendapat hantaman dari tongkat-tongkat kayu para pendemo, lemparan batu, dan botol air mineral yang diisi air kencing.
Tak ada perintah menyerang balik, hanya bertahan.
Botol air minum kemasan yang diisi air kencing itu sengaja dilempar dalam keadaan tutup terbuka. Sehingga begitu mengenai polisi, air kencing itu keluar dan mengenai para petugas.
Belum lagi gas air mata yang ditembakkan ke arah pendemo di Jalan Medan Merdeka Barat, justru berbalik ke arah barikade polisi yang memasang posisi bertahan di Jalan Medan Merdeka Utara. Sebab angin bertiup ke arah Jalan Medan Merdeka Utara.
Beberapa polisi pun naik pitam melihat ulah pendemo yang makin anarkis. Para pendemo yang tertangkap menjadi bulan-bulanan serangan balik polisi. Dikeroyok.
Tapi selalu ada polisi yang menahan emosi, dan menenangkan rekan-rekannya yang emosi.
"Woy pake otak dong. Gila apa dipukuli," teriak seorang polisi berseragam lengkap yang sudah melepas tamengnya, semalam.
Sebelumnya dia kerepotan menenangkan segerombol rekannya di samping pintu utara Monas.
Seorang pendemo yang tertangkap dikeroyok, dipukuli tongkat dan dihantam tameng besar di kepalanya. Bahkan saat pendemo itu jatuh, polisi lainnya menendangi kepalanya.
Polisi berbadan besar yang masih tenang itu lalu melepas tamengnya, menghantam beberapa rekannya yang mengeroyok agar menjauh dari pendemo yang sudah terjatuh.
Lalu ada sekitar dua atau tiga polisi lainnya yang membantu. Mengangkat pendemo yang sudah berdarah kepalanya, lalu menariknya ke pinggir.
Baru setelah itu polisi yang melepas tamengnya untuk memisahkan pendemo apes yang tertangkap itu mengamuk ke rekan-rekannya yang tak bisa menahan emosi.
Dia kelihatan ditakuti oleh rekan-rekannya. Tubuhnya jauh lebih tinggi dan besar dari teman-temannya yang tak mampu menahan emosi.
Beberapa rekannya sampai takut dimarahi olehnya. Lalu memilih meminta maaf.
"Pakai otak kalau kerja," kata polisi itu memarahi teman-temannya.
Inilah salah satu video saat polisi saling menenangkan.
Advertisement