-->

Ingin Mempunyai Anak Yang Shaleh,?? Mari Belajar Mendidik Anak Ala Rasulullah SAW..

Ingin Mempunyai Anak Yang Shaleh,?? Mari Belajar Mendidik Anak Ala Rasulullah SAW..
Ingin Mempunyai Anak Yang Shaleh,?? Mari Belajar Mendidik Anak Ala Rasulullah SAW..
Ketahuilah.. Bahwasanya peran orangtua dalam mendidik anak di masa kecilnya sangat berpengaruh dalam kehidupannya ketika anak sudah menginjak dewasa kelak. Oleh karena itu, pahamilah dunia buah hati Anda, jangan hanya Anda yang menuntut untuk dipahaminya.

Banyak orang tua yang mencap anaknya nakal karena suka membangkang perintah kedua orang tuanya. Padahal jika kita teliti lebih dalam, Bisa jadi hal tersebut karena kesalahan kita dalam memberikan pengarahan dan pembelajaran pada anak.

Jangan-jangan kita telah salah memberikan cap pada buah hati kita. Jangan-jangan label nakal yang kita sandangkan pada anak selama ini, justru lahir dari ketidakpahaman kita akan dunia mereka.

Muslimah Shalihah


Maka dari itu, mari kita pahami lebih dalam tentang dunia mereka. Jangan sampai kesalahan dalam mendidik anak, seperti pemberian label negatif, berakibat buruk pada masa depannya kelak.

Anak Belum Mengerti Bahasa Un-Definitif

Sering kali anak tidak melaksanakan hal-hal yang diperintahkan sang bunda. Misalnya ketika si anak diperintahkan agar sopan pada tamu yang datang berkunjung, anak tersebut malah berlarian kesana-kemari dan membuat suguhan yang disajikan berantakan. Ditambah lagi dengan keributan yang dia timbulkan. Maka dengan cepat orang tua mengambil kesimpulan bahwa anaknya nakal, bandel, tidak mau menurut dan lain sebagainya.

Padahal perlu digaris bawahi bahwa kemampuan berbahasa anak belum sepenuhnya sempurna. Tidak mau menurutnya anak akan perintah tadi bisa jadi karena anak belum paham makna kata ‘sopan’. Kata ini perlu penjelasan lebih detail agar anak mengerti apa yang dimaksudkan sang bunda.
Gantilah perintah tersebut dengan kata lain yang lebih jelas. Misalnya : “Jika ada tamu yang datang berkunjung, duduklah di sisi bunda yah”.

Anak Mempunyai Fokus Yang Tinggi Akan Hal Yang Disukai

Kejadian lain yang sering terjadi adalah ketika bunda berbicara, anak tidak mendengarkan sehingga bunda harus mengulangi perkataannya. Namun sayangnya nada bicara yang digunakan sudah berubah tinggi karena dipicu rasa kesal.

Jika bunda mengalaminya, jangan dulu berkesimpulan bahwa sang buah hati bandel. Tengok dulu benda dan hal-hal apa saja yang ada di sekeliling si buah hati. Mungkin saja ada benda atau hal lain yang lebih menarik perhatiannya sehingga seluruh fokus anak tertuju padanya.

Anak memiliki fokus perhatian yang tinggi akan hal-hal yang disukainya. Maka dari itu janganlah kita mengulangi perkataan yang ingin disampaikan pada anak dengan nada tinggi. Apalagi sampai marah-marah hanya agar kita didengarkan. Berikan sentuhan halus pada anggota tubuhnya, kemudian utarakan kalimat yang ingin Anda sampaikan. Niscaya anak akan mendengarkan apa yang Anda ucapkan.

Anak Pun Perlu Waktu Untuk Meredam Emosi

Dunia anak sering pula dibumbui dengan terjadinya pertengkaran antar teman bermain. Tentu saja perkara yang memicunya adalah hal-hal sepele. Pertengkaran tersebut bisa jadi diawali oleh buah hati kita. Dengan kata lain buah hati kitalah yang salah.

Reaksi kebanyakan bunda jika dihadapkan pada situasi tersebut, biasanya langsung memaksa anaknya untuk meminta maaf. Dan suruhan tersebut umumnya tidak dipatuhi sang anak. Maka timbullah kemarahan sang bunda dan langsung saja bunda berkesimpulan bahwa anaknya nakal.

Cobalah tempatkan diri dan emosi kita pada posisi anak. Jika kita jadi si anak, tentunya emosi kita waktu itu sedang tidak terkendali. Perasaan kesal terhadap rival bertengkar sedang kuat-kuatnya menguasai. Berilah waktu pada si anak untuk meredam emosinya terlebih dahulu. Permintaan maaf si anak tidak harus langsung saat itu juga kan.

Setelah emosinya mereda, berikan nasihat yang bijak tanpa memojokkan anak dengan total menyalahkannya. Insya Allah anak akan menuruti bunda untuk berani meminta maaf pada temannya.

Anak Perlu Bukti Real Bahwa Orang Tua Menyayanginya

Pembuktian rasa sayang ini, jangan disalah artikan dengan memberikan segala apa yang diinginkan anak. Atau memberikannya barang-barang mahal tanpa diminta sekalipun. Tidak, sekali lagi tidak. Pembuktian kasih sayang bukan melulu tentang materi. Banyak anak yang hidup dengan berlimpah harta dari kedua orang tua tapi toh tetap mereka merasa hidupnya kurang kasih sayang.

Bukti real rasa sayang bisa diungkapkan lewat bahasa tubuh dan tutur kata yang lembut. Hal ini telah banyak dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Berikut beberapa diantara praktik Rasulullah SAW dalam mencurahkan kasih sayang terhadap anak:

Rasulullah SAW Tidak Menemani Bermain, Namun Ikut Bermain
Advertisement